Newsticker.....................................................(thejakartapost.com)- PSSI fires Riedl, appoints new coach.....(antaranews.com)- Pertamina expecting net profit of Rp21 tln .....(thejakartaglobe.com)- Indonesians Despair Over Hollywood Boycott.....(BBC News)-Indonesia animal trade under pressure from campaigners

Sunday, December 27, 2009

Ketika Nonton Film Avatar

Jakarta(Djakarta News)- Hari sabtu 26 Desember, merupakan Harpitnas(Hari kejepit nasional), he he..karena tanggal 25 Hari Natal dan 27 hari Minggu. Cuti deh jadinya.Sebenarnya kami(saya & istri) ingin ke luar kota, tapi karena keadaan yang tidak memungkinkan terpaksa kami hanya liburan di rumah.

Ada cerita nih, memanfaatkan liburan kami akhirnya memutuskan untuk nonton saja di bioskop 21cineplex. Setelah searching di inet, kami temukan film dengan judul Avatar. Sepertinya filmnya menarik, setelah sedikit baca di sinopsisnya. Bioskop yang kami pilih yaitu Seasons City XXI yang masih baru dan kami belum pernah ke bioskop tersebut. Cukup murah juga HTM nya, Rp.15.000 sekelas XXI.Sepertinya sedang promosi.Kami mendapat tiket di Studio 1 jam 14.45 WIB.

Setelah masuk bioskop mendapatkan kursi H20 dan H21.Posisi di tengah, barisan sebelah kiri, pinggir jalan.Cukup luas juga bioskopnya dibanding XXI yang lain yang bernah saya kunjungi.Tempat duduk agak lebar tempat kaki luas,nyaman untuk duduk.Tapi yang namanya XXI atau 21 kalau duduk di pinggir kiri, pas nonton filmnya badan agak miring ke kanan begitu juga kepala, kurang nyaman juga ya ("Seandainya tempat duduk di pinggir dibuat agak serong mungkin situasinya akan lain.").Satu deret dengan kami ada empat tempat duduk, yaitu dua lagi di sebelah kiri kami.

Film akhirnya dimulai juga. Sayangnya banyak penonton yang terlambat, jadi mengganggu kenyamanan juga. Termasuk sebelah kami(mungkin sepasang kekasih),bahkan sepanjang film yang laki-laki selalu berkomentar dari adegan per adegan.Padahal sudah di kasih kode sssstttt...! pake telunjuk kanan oleh penonton di depannya.Mau dilempar pakai pop corn nanti timbul kegaduhan. Akhirnya kami bersabar saja deh, hehe.

Film Avatar,penulisnya adalah James Cameron yang juga sebagai sutradara sekaligus produser bersama Jon Landau yang juga produser film Terminator 2 dan Titanic.Diproduksi oleh 20th Century Fox. Pemain-pemain utamanya yaitu Sam Worthington, Zoe Saldana, Sigourney Weaver, Michelle Rodriguez, Stephen Lang, Joel David Moore.


Berikut cuplikan cerita film Avatar:(boleh dikatakan sinopsis film Avatar)

Diceritakan adalah seorang bernama Jake Sully (Sam Worthington), mantan angkatan laut Amerika yang terluka dan cacat akibat perang, dan tidak bisa berjalan. Aktifitas dilakukan menggunakan kursi roda. Ia terpilih untuk berpartisipasi  dalam program Avatar,yang memungkinkannya dan dijanjikan bisa berjalan kembali.

Jack dikirim ke planet lain yang harus ditempuh dengan kecepatan cahaya, yaitu menuju ke tempat yang bernama Pandora, sebuah hutan nan subur yang penuh dengan berbagai macam makhluk hidup, sebagian indah dan sebagian lagi menakutkan. Pandora juga rumah bagi suku Na’vi, makhluk pribumi yang mirip manusia dengan kehidupan primitif serta memiliki kemampuan seperti manusia.

Saat manusia mencoba memasuki Pandora untuk meneliti kandungan mineral yang ada disana, suku Na’vi memerintahkan para prajuritnya untuk melindungi negerinya dari ancaman makhluk langit, sebutan untuk manusia.Jake direkrut untuk menjadi bagian dari proyek ini dan berkenalan dengan para peneliti termasuk dengan kalangan militer.


Karena manusia tidak dapat menghirup udara di negeri Pandora, maka mereka membuat mesin untuk menciptakan makhluk-mirip-suku Na’vi yang mereka sebut sebagai Avatar. Dengan masuk ke mesin tersebut Jake menjadi mahkluk avatar selama mesin masih bekerja dengan normal.Jika mesin mengalami gangguan maka Jake di dunia avatar akan menjadi lemas dan segera terbangun dan keluar dari mesin ke kehidupan nyata sebelumnya.

Segera setelah beberapa kali berlatih akhirnya Jake mampu beradaptasi dengan dunia Avatar dan petualangan penelitian bisa dimulai.Di Pandora, dengan tubuh Avatar, Jake dapat berjalan kembali. Di hutan Pandora, Jake melihat banyak keindahan dan bahaya. Ia juga bertemu dengan wanita muda Na’vi bernama Neytiri (Zoe Saldaña).

Setelah belajar budaya dan bahasa suku Na'vi dan dengan berjalannya waktu, Jake berbaur dengan suku Na’vi dan jatuh cinta kepada Neytiri. Pada akhirnya, Jake terjepit antara tujuannya dikirim oleh militer ke Pandora dan suku Na’vi,memaksanya untuk memihak pada satu pilihan yang akan menentukan nasib bumi dan suku Na’vi.

Kehadiran manusia membuat suku Na'vi terganggu, karena manusia dengan memanfaatkan militer dan kecanggihan teknologi seenaknya merusak alam Pandora, demi mencari mineral yang berharga milyaran Dollar tersebut. Manusia menebangi pohon - pohon, menghancurkan tanaman - tanaman, dan melakukan penggalian dimana - dimana yang membuat suku Na'vi kesal, karena suku Na'vi sangat menyatu dengan alam mereka, yang mereka sebut Eywa.

Karena kelebihan Jake, akhirnya Jake menjadi pemimpin di suku Na'vi, dan memimpin 15 suku yang ada di Pandora untuk perang melawan manusia. Terjadi pertempuran hebat dan menegangkan yang akhirnya banyak jatuh korban di keduabelah pihak.

Cerita selanjutnya....? coba tonton yah di bioskop biar ga penasaran.hehe :)







Saturday, December 26, 2009

"masterGOmaster" salah satu blog Indonesia yang telah mendapat 27 award

Jakarta(Djakarta News)-Seperti yang telah dikenal para blogger, award adalah suatu penghargaan untuk blogger yaitu berupa pemberian anugrah sebagai tanda pertemanan yang baru di kenal ataupun yang sudah di kenal.Award dapat digunakan sebagai sarana untuk mempererat persahabatan para blogger di dunia internet dan nantinya akan berantaikan link bermodalkan backlink.

Ada salah satu blogger Indonesia yang telah mendapatkan 27 Award selama tahun 2009, yaitu masterGOmaster yang beralamatkan di http://www.mastergomaster.blogspot.com/ 

Berikut 27 award tersebut

20 award dari rizky2009blogsot.com





















































































5 award dari mukenabordirtasikmalaya.blogspot.com


















1 award dari adarossyat.blogspot.com







1 award dari online-g-s.blogspot.com











"Selamat untuk masterGOmaster"






Friday, December 25, 2009

Transjakarta diverts more buses to serve tourism sites

Jakarta (The Jakarta Post)- During Christmas and New Year holidays, Transjakarta busway is diverting more busses to serve tourism sites such as Ancol dreamland in North Jakarta and Ragunan zoo in South Jakarta.

Transjakarta supervisory manager Iqbal Gaffar told tempointeraktif.com that the company would add 10 more busses to the Harmoni-Ancol route, which currently operates with 58 buses daily. Meanwhile, the number of Transjakarta buses to Ragunan would be increased to 25 from 19 buses daily now.

Iqbal said that the Transjakarta buses serving the Harmoni-Antol route would pass Pecenongan, Juanda, Pasar Baru Timur, Jembatan Merah, Gunung Sahari Mangga Dua, Pademangan and Ancol.

Meanwhile, the buses serving Harmoni Ragunan would pass the National Monument (Monas), Bank Indonesia, Sarinah, Hotel Indonesia traffic circle, Dukuh Atas 2, Setiabudi Utara, Kuningan Madya Aini, Karet Kuningan, GOR Sumantri, DepKes, Patra Kuningan, Kuningan Timur, Mampang Prapatan, Duren Tiga, Imigrasi, Warung Jati, Buncit Indah, Pejaten Philips, Jatipadang, SMK 57, the Agriculture Ministry and Ragunan.

Iqbal warned, however, that the buses to those tourism sites would stop operation at 6 p.m.


Source: thejakartapost.com


Related news:
Saran untuk bus Transjakarta


Monday, December 21, 2009

Slipi - Bekasi PP

Jakarta (Djakarta News)- Hari sabtu malam 19 Desember 2009, sekitar jam delapan malam kami berencana pergi ke Bekasi dengan naik bus umum dari Slipi.Setelah sekian lama menunggu bus jurusan Bekasi belum juga datang.Sedangkan bus jurusan Kampung rambutan sudah beberapa kali lewat, juga jurusan lain seperti Cibinong, Pasar Senen, Bogor, dan lain-lain.

Di tempat pemberhentian bus,ada seorang laki-laki mungkin seorang timer bus ("preman"), yang
setiap bus lewat selalu dikasih uang receh dari kernet bus, mungkin untuk jatah kalau ada penumpang masuk bus. Kami punya inisiatif untuk tanya orang tersebut, maaf pak," bus tujuan Bekasi masih ada gak ya?". Orang tersebut menjawab,"ntar lagi juga datang tenang aja." Eh ternyata benar, nggak sampai tiga menit bus jurusan Bekasi nongol.

Kami segera naik bus dan beruntung masih ada tempat duduk kosong.Di tengah bus telah berdiri seorang pengamen membawa gitar. Segera dia mengucap salam kepada penumpang dan mulai menyanyi. Lagu pertama yang dia bawakan "Aku Bukan Pilihan" yang dipopulerkan oleh Iwan Fals, ciptaan Pongki Jikustik.Saya mencoba pejamkan mata, ternyata suaranya bagus juga tidak kalah dengan penyanyi Indonesia Idol RCTI. Tak terasa dia sudah menyanyikan tiga buah lagu dan bus sudah sampai di halte bus depan Planet Hollywood Jakarta.Pengamen segera turun setelah mendapat recehan dari beberapa penumpang.

Dalam perjalanan selanjutnya bus masuk tol. Kemudian ada anak kecil membagi-bagi amplop putih kepada penumpang berharap mendapat belas kasihan dan bantuan untuk keluarganya yang tidak mampu.
Setelah kurang lebih satu jam perjalanan, bus sampai juga di Bekasi Timur, kami turun untuk melanjutkan perjalanan ke rumah teman dan berencana menginap.

Keesokan harinya kami kembali naik bus Patas AC jurusan Bekasi - Grogol.Seperti hari sebelumnya penumpang tidak terlalu banyak, mungkin karena hari libur. Tapi yang membedakan kali ini suara pengamennya jelek sekali ga enak didengar. Kemudian ada anak kecil juga seperti kemarin membagi-bagi amplop ke penumpang. Kali ini aku tidak memberi uang kebetulan tidak ada uang pecah. Tetapi aku hanya memberi senyuman kepada anak kecil tersebut.Dengan senyuman mungkin bisa membuat sang anak merasa diperhatiin, daripada sekedar melempar recehan, karena aku yakin anak-anak seperti ini pasti jarang atau mungkin tidak pernah mendapat senyuman dari orang lain atau bahkan mungkin dari orang tuanya.

Tak lama kemudian setelah sampai di tol jatibening naik seorang anak mengajak anak yang lebih kecil lagi sekitar umur dua tahun dan digendong. Ternyata kedua anak tadi pengamen. Anak yang besar menggunakan alat musik sederhana berupa kayu yang dipukul-pukul, sedangkan anak yang balita digendong sambil menyanyi dengan diiringi anak yang besar. Wah!!! hebat anak balita tersebut bisa menyannyi empat lagu orang dewasa layaknya Idola cilik, tapi ini lebih cilik lagi. Dia menyanyikan lagu seperti lagunya Virgin, Dewa 19, ST 12, dan satu lagi aku lupa, walaupun kadang agak tersengal.Heran benar-benar heran......
Akhirnya sampai juga bus di Slipi.

bersambung ke cerita lainnya yah...




Monday, December 14, 2009

‘Barry’ Obama comes home to Menteng


Jakarta (The Jakarta Post)- The city welcomed Thursday a new icon to grace its corners.
This time, however, it is not one of the heroes from the struggle against colonialism.
It is a bronze statue of a smiling 10-year old Barack Hussein Obama in shirt and shorts, with a butter-
fly perched on his outstretched hand.
The statue, along with its pedestal, stands two meters tall. One of its sides is adorned with an adapted quote by former U.S. first lady Eleanor Roosevelt: “The future belongs to those who believe in the power of their dreams.”
“This statue is designed to inspire Indonesia’s children, to tell them that they can be anyone they want to be,” Ron Mullers, chairman of the Jakarta-based Friends of Obama Foundation, which initiated and raised the money for the statue, said.
Those who contributed money for the statue’s construction included businesswoman Mien R Uno, and  Prananda Surya Paloh, son of media mogul Surya Paloh.
After his mother married Indonesian citizen Lolo Soetoro in 1965, U.S. President and Nobel Peace Prize winner Obama spent four years of his childhood in Jakarta from 1967. The family lived in Menteng and Obama attended a local primary school, where he was popularly known as “Barry”.
“I think what’s really nice about it is that it reminds us that the man who’s now the U.S. President grew up here, eating bakso and nasi goreng, speaking bahasa and learning about the world,” Mullers said.
The project ran for a year.
Graphic artist Leo Angelo who designed the Rp 100 million (US$10,600) statue along with sculptor Edi Chaniago, hopes the statue, aside from inspiring him to pursue higher education, will inspire the likes of street children.
“I hope [children], when disheartened, come here, see this statue, and have [their] spirits lifted,” Leo said. (dis)


Source: http://www.thejakartapost.com/news/

Wednesday, December 9, 2009

Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Jakarta Berakhir Damai

Jakarta (Djakarta News) - Meskipun ada kekawatiran bahwa ada motif politik di belakang unjuk rasa untuk memperingati Hari Anti-Korupsi sedunia, beberapa LSM mengakhiri aksi mereka dengan damai di taman Monumen Nasional Jakarta Pusat pada hari Rabu.

Kompas.com telah melaporkan bahwa pengunjuk rasa mulai meninggalkan tempat tersebut setelah bergabung dalam waktu sekitar 45 menit dalam orasinya untuk anti-korupsi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada polisi dan para peserta untuk memberikan kontribusi pada unjuk rasa damai. Kami senang bisa membuktikan bahwa aksi ini tidak menimbulkan kekerasan seperti yang dikawatirkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, "kata salah seorang aktivis dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) Usman Hamid.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengungkapkan kekawatirannya bahwa ada kekuatan politik yang ingin mengambil keuntungan dari keadaan ini dan menjatuhkan dia sebagai presiden.

Dalam unjukrasa, tercatat tokoh Islam, Din Syamsuddin mendesak pemerintah untuk mengungkap bailout sebesar Rp 6.76 triliun (US $ 710 juta) yang dilakukan untuk menyelamatkan Bank Century tahun lalu.

"Skandal bank seperti kanker di dalam negeri. Mengapa bisa seperti itu, kita harus menyelesaikannya," katanya. (ewd)



Sumber: dialihbahasakan dari http://www.thejakartapost.com/news/2009/12/09/corruption-rallies-end-peacefully-jakarta.html


Indonesia battles with widespread corruption



Jakarta (BBC News)- Ask James Sundah about corruption in Indonesia and he will tell you a story that will make you laugh out loud.

The 50-year-old musician had a simple problem - he lost his driving licence last year, so he went to his local police office thinking his details must be on file and getting a replacement would be easy

Instead, he was told he would have to get a new licence.

"The police told me it would be a quick and painless procedure," he said. "Most Indonesians would have got the hint: pay some money, and get your licence. But I wasn't having any of it."

Corruption is unfortunately a way of life here - and for many Indonesians, passing a small bribe to an official to get a job done is commonplace.

But Mr Sundah decided that he was going to try getting things done differently. What would happen if he applied for a driver's licence using the proper, official procedures?

"I took the written test three times, and each time they failed me," he said.
"I was a couple of points short each time - but when I asked to see the test papers, the officials refused. The others in my exam room told me that if I just paid an extra $20, I would get my licence."

Mr Sundah finally managed to get his licence because of his persistence - the police realised he was not going to pay them a dime.

"Finally I asked to see the exam paper - and I spotted the question: 'What would you do if you hit someone in an accident?'," he chuckled.

"I got the question wrong - because the correct answer, according to the official exam paper was to run away!"

An amusing story, but also a sad reflection of the state of corruption in Indonesia today.

Lost forests

Mr Sundah was lucky - he could afford both the money and the time to repeatedly take the driving test - but there are thousands of Indonesians who do not have that luxury.

Corruption costs the country's economy billions of dollars in losses every year.


A recent report by the US-based Human Rights Watch estimates that corruption in Indonesia's forestry industry alone costs the economy $2bn a year.

Indonesia is home to the world's third largest area of tropical rain forests but every year millions of trees are lost due to illegal logging.

According to Human Rights Watch the lost billions would be enough to provide basic healthcare to about 100 million Indonesians for almost for two years.

'Right direction'

In another damning blow to Indonesia's economy, the European Union has come out with a report saying that one of the main reasons its investors are reluctant to come to Indonesia is the perception of high levels of graft in the country.

The government acknowledges there is a problem - but says that like all developing countries, Indonesia is not perfect.

"One has to take a long term view of Indonesia," says Gita Wirjawan, the man tasked with attracting more foreign funds to Indonesia's economy.

"There may be some questions or concerns about Indonesia - but that applies to just about every country in the world. Let's face it, nobody's perfect but we're on the right trajectory and we're heading in the right direction."

Trusted institution

But that may not be how Indonesians who deal with corruption on a daily basis feel.

They have taken to the streets demanding that President Susilo Bambang Yudhoyono, whose popularity is largely built on his reputation as Mr Clean, keeps true to his word and clamps down on corruption in the country.


While the president's clean image has not been tainted - it has certainly been tarnished.

Editorials in Indonesian newspapers have called him weak and indecisive in his handling of the case of the Corruption Eradication Commission, or the KPK as its known in Indonesia, one of the few institutions people in this country actually have faith in.

The Indonesian public was outraged last month when two anti-corruption officials were detained by the police.

Many believe the KPK had become a target of the police and the attorney general's office because of its reputation of putting corrupt officials behind bars - even those in high places.

In an attempt to placate the people, President Yudhoyono addressed the nation in a televised speech, saying the case of the two officials should be settled out of court.

The two men were finally reinstated to their original roles but the public was not satisfied.

Plot?

There is now a new corruption drama that has transfixed people in this country: the case of Bank Century, a small Indonesian lender that was bailed out by the Indonesian central bank at the height of the financial crisis last year.

Allegations of misconduct have been levelled at the two people in charge of handling the bailout - Indonesia's Finance Minister Sri Mulyani Indrawati and Vice President Boediono, two key members of President Yudhoyono's new cabinet.

A parliamentary investigation is underway to determine whether the two officials misused their powers to save Bank Century. After the bailout many of the bank's wealthy clients allegedly donated money to the president's election campaign.
The president, vice president and finance minister have all denied any wrongdoing.

President Yudhoyono has said the allegations are all part of a big political ploy by his enemies to topple him.

While political analysts say these conspiracy theories are unlikely to infuse further faith in the president's effectiveness as a leader, they have pointed out that President Yudhoyono could improve Indonesia's image as a graft-buster if he just put in place some simple measures.

"Many of the regulations passed by governments in the developing world are there for one purpose alone: rent-seeking," says James Van Zorge of Van Zorge, Heffernan and Associates, a political risk consultancy based in Jakarta.

"If you cut away 50% of these regulations, then you would significantly cut down corruption. It's as easy as a stroke of a pen."

While it may sound simple, completely eradicating corruption in Indonesia is anything but easy.

This country has grappled with the issue for decades, and many fear it is so deeply embedded into civic institutions and the culture of doing business that it will take generations to fix.

President Yudhoyono had promised his people, as part of his election campaign, that he will help to clean up the image of Indonesia both at home and overseas.

He now has his work cut out for him.


Source: news.bbc.co.uk (BBC News Jakarta / By Karishma Vaswani)


Saturday, December 5, 2009

GREEN FESTIVAL 2009 "Aksiku untuk Bumi"


Jakarta (Djakarta News)- Hari sabtu 5 Desember sekitar pukul 11 siang, hujan mengguyur Jakarta. Tetapi aku tetap bergegas menuju senayan, tepatnya di parkir timur. Kebetulan saya sedang ada tugas untuk salah satu stand yang ada di acara yang diadakan di situ. Aku sendiri belum mengetahui ada acara apa, karena memang mendadak aku dipanggil ke sana.

Ternyata acaranya adalah Green Festival 2009,aksiku untuk bumi, yang diadakan pada hari Sabtu, 5 Desember 2009 jam 9.00 – 22.00 WIB dan Minggu, 6 Desember 2009 7.00 – 20.00 WIB. Acara tersebutgratis dan menarik,diadakan untuk peduli pada lingkungan hidup.

Kerusakan lingkungan tidak hanya membuat Bumi makin panas, tapi juga memicu bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan yang bisa menyengsarakan kita, juga anak cucu kita. Acara seperti ini alangkah baiknya sering diadakan untuk menambah pengetahuan tentang lingkungan hidup.

Green Festival 2009 mempunyai tema "Apa yang sudah kamu lakukan...?", dan memfokuskan sikap personal untuk melakukan sesuatu bukan hanya di rumah, tapi juga di sekitarnya.

Tujuh perusahaan yang tergabung dalam Green Initiative Forum (GIF) adalah yang menggagas acara ini.Tujuh perusahaan besar tersebut adalah PT Unilever Indonesia Tbk., Pertamina, Panasonic, Sinar Mas, Kompas Gramedia, Metro TV, dan FeMale Radio.

Dalam acara ini juga terdapat kegiatan menarik seperti di experience tunnel,environmental zone, recycle workshop, bazar ramah lingkungan, kids zone, F&B Area, dan juga terdapat stand-stand dari perusahaan-perusahaan besar penggagas acara ini (GIF).Ada juga stand dari merek sepeda lokal yaitu United Bike dan Polygon Cycle.

Di area Experience tunnel, misalnya, para pengunjung akan diperlihatkan konstruksi gunung es yang mencair dan menjadi laut. Lalu, mereka akan melihat dampaknya. Di panggung entertainment dimeriahkan oleh Dimeriahkan oleh:D’Masiv, Alexa, Ecoutez!, Hello Band, Caffeine, Efek Rumah Kaca, G-Pluck Beatles Band, Drew, Adhiswara Choir, Kitchen Percussion,dan Yoyo Free Style.

Keseriusan untuk menjaga lingkungan tak hanya wacana. Seluruh pihak yang tergabung dalam GIF itu telah mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menggunakan kertas bekas dan daur ulang, daur ulang air, hingga mengadakan hari bebas kendaraan pribadi di kantor.

Kebanyakan dari kita tidak tahu bahwa kebiasaan yang dilakukan sehari-hari ternyata berdampak buruk bagi lingkungan."Dengan menggelar Green Festival 2009, diharapkan kita semakin peduli terhadap lingkungan hidup.

Tuesday, December 1, 2009

Muslim leaders welcome Vatican cardinal to grand mosque



Jakarta (indcatholicnews)- Cardinal Jean-Louis Tauran, President of the Pontifical Council for Interreligious Dialogue has paid a visit to the national Istiqlal mosque, the largest in Southeast Asia, during his first official trip to the country.

Cardinal Tauran, walking barefoot, was accompanied by Jesuit Cardinal Julius Darmaatmadja of Jakarta, Coadjutor Archbishop Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo of Jakarta and Bandung Bishop Johannes Maria Trilaksyanta Pujasumarta, a member of the
Pontifical Council for Interreligious Dialogue.

Several officials of the Indonesian Bishops' Conference also took part in the 25 November  visit.

The mosque's imam Kiai Hajj Syarifuddin Muhammad warmly welcomed the Catholics. "This mosque does not belong only to Muslims but all religious followers. They all are welcome here," he said.

The national mosque of Indonesia, which can hold more than 100,000 people, stands across the road from the Assumption Cathedral Church in Central Jakarta. The mosque's main rectangular prayer hall building is topped by a 45-meter-diametre spherical dome supported by 12 columns.

"This is the first time I feel a sincere atmosphere of neighborhood. It seems there is no gap between Muslims and Catholics," Cardinal Tauran said.

In an earlier visit to the cathedral, the cardinal said Muslims had lessons for Christians. "Muslims have a very strong spirituality. They wake up early in the morning to pray," he said. "Our young priests should follow this example ... waking up early in the morning to pray to start their daily activities."

He said it was vital for Catholics to take part in the lives of other communities.

"We, Catholics, must be witnesses to the surrounding communities. This is one of the meanings of interreligious dialogue. And to be witnesses, we need to have a deep spirituality," he said.

Nasaruddin Umar, director of the Religious Affairs Ministry's Directorate General for Muslim Community Guidance, told UCA News that he was impressed with Cardinal Tauran's visit to this mosque. "It means Christians can be at peace with Muslims," he said.

The mosque was designed by Protestant architect Frederich Silaban to celebrate independence. Istiqlal means "independence" in Arabic. The country's first president Soekarno broke ground on the site on 24 August 24, 1961. It took 17 years to build and
was opened by the country's second president Soeharto on  22 February 1978.

Cardinal Tauran arrived in Indonesia on 24 Novemebr and is expected to depart on 1 December. 

According to organizers, the trip aims to give the Pontifical Council for Interreligious Dialogue a better understanding of the religious situation in the country as well as help the Church forge better ties with other religious communities here.

On 26 November, the cardinal met with leaders of the Wahid Institute. The institute, founded by former president Abdurrahman Wahid, works to bring about a just and peaceful world by espousing a moderate and tolerant view of Islam.

On the same day, the cardinal met with leaders of Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah, the two largest Islamic organizations in Indonesia. He is also expected to meet with Hindu leaders in Bali and Muslim leaders in Makassar and Yogyakarta.




Source: indcatholicnews.com

Recent Posts

Jakarta (Djakarta News - ANTARA News) - State oil and gas company Pertamina said it was optimistic its net profit
 
Jakarta (Djakarta News)- Sudah sejak lama sampai akhir-akhir ini, sering terjadi tawuran antar pelajar di Jakarta
 
Valencia (Djakarta News - AUTOSPORT.com) - Indonesia's Rio Haryanto won the second Auto GP race at Valencia
 
Jakarta (Djakarta News)- Tentu sudah banyak yang mengenal tentang game RTS (Real-time strategy) Age of Empires II
 
Jakarta (Djakarta News - ANTARA News) - Preparations for the Lebaran holiday exodus this year are better
 

Recent Comments

Followers