Newsticker.....................................................(Djakarta News)- Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Bandara Tersibuk di Dunia.....(antaranews.com)- Jakarta general election commission holds plenum to announce gubernatorial winner .....(thejakartaglobe.com)- Cibubur Underpass Opens.....(BBC News)- Flooding tests Jakartas Obama.....

Saturday, September 25, 2010

Jumat Malam di Jakarta

/ On : 12:51 AM/ Thank you for visiting my simple blog here. If you wanted to discuss or have the question around this article, please comment bellow.
Jakarta (Djakarta News)- Perkantoran di Jakarta baik instansi pemerintah maupun swasta sebagian besar memberlakukan 5 hari kerja. Dengan 5 hari kerja yaitu hari Senin sampai dengan hari Jumat, praktis hari Sabtu dan Minggu libur. Melihat peraturan pemerintah  yaitu tentang jumlah jam kerja yang dalam satu minggu adalah 40 jam, maka bagi yang memberlakukan 5 hari kerja, sehari adalah 8 jam kerja.

Karena hari Sabtu dan Minggu libur, maka para pendatang yang bekerja di Jakarta, kost atau kontrak rumah di Jakarta, Jumat sore merupakan kesempatan untuk pulang ke rumah tinggal tetapnya yang berada di luar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, atau bahkan Bandung. Suasana lalulintas setiap Jumat sore sampai malam begitu macet, dan ini sudah menjadi hal yang biasa.

Pernah saya membaca surat pembaca di salah satu suratkabar nasional, tentang ide yang ekstrem untuk memberlakukan 4 hari kerja di Jakarta. Dengan 4 hari kerja, maka jika melihat peraturan pemerintah yang dalam satu minggu adalah 40 jam kerja maka setiap harinya adalah 10 jam kerja. Sebagai contoh, jam kerja kantor dimulai pukul 7 pagi dengan istirahat 1 jam maka jam kantor selesai pukul 6 sore.

Efektifkah 4 hari kerja tersebut? Perlu banyak kajian mendalam tentang hal ini. Dari segi yang positif, karena hari Jumat, Sabtu, dan Minggu libur, 4 hari kerja akan:
-         Mengurangi tingkat polusi di Jakarta setiap minggunya.
-         Menghemat bbm setiap minggunya untuk pulang pergi kerja.
-         Menghemat biaya transportasi setiap minggunya.
-         Ada lebih banyak waktu untuk berkumpul dan memperhatikan keluarga di akhir minggu.
-         Mungkin masih banyak hal positif yang lain.

Akan tetapi 4 hari kerja mungkin banyak segi negatifnya juga dan tidak bisa diterapkan di semua bidang/ jenis pekerjaan, terutama yang menyangkut pelayanan umum. Alternatif lain, bagi yang masuk kerja di luar 4 hari kerja, seperti hari Jumat bisa diterapkan secara bergilir atau sistem piket dan diberikan kompensasi / uang lembur atau sejenisnya.

Apabila 4 hari kerja bisa dilaksanakan, kemacetan di hari Jumat malam di Jakarta akan bergeser ke Kamis malam, hehehe…


Related Post

2 comments:

recyclebin said...

wah makin cape aja kalo di jadikan 4 hari kayak gitu.hehe

biskuit said...

Wah, setuju tuh klo 4 hari pelayanan publik kurang maksimal

btw, kunjungan perdana :D

Post a Comment

Recent Posts

Jakarta (Djakarta News)- Kawasan Cibubur berkembang pesat terutama di seputar jalan Nasional alternatif Cibubur atau yang sering disebut Jalan Trans Yogie.
 
Jakarta (Djakarta News)- Sebelumnya terpetik kabar Metallica akan konser di Jakarta tahun ini. Memang benar! Akhirnya Metallica menjadwalkan konsernya pada tanggal 25 Agustus 2013
 
(Djakarta News)-DAMRI (Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia ) memiliki jaringan pelayanan tersebar hampir di seluruh wilayah Republik Indonesia. DAMRI yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
 
Jakarta (Djakarta News)- Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di DKI Jakarta dimulai untuk pertama kalinya
 
Jakarta (Djakarta News)- Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Dubai International Airport masuk ke dalam daftar 10 besar
 

Followers

RECENT COMMENTS