Jakarta(Djakarta News)-Bus Transjakarta sampai saat ini sudah memiliki 10 koridor. Koridor I sampai koridor VIII sudah berfungsi, walaupun masih banyak kekurangan. Sedangkan sudah setahun lebih dua koridor yaitu koridor IX (Pinang Ranti – Pluit) dan X (Cililitan – Tanjung Priok) belum beroperasi walaupun jalur khusus dan selter busnya sudah selesai dibangun.
Dengan alasan klasik, karena tidak ada anggaran pengadaan bus dan masih dalam proses tender, maka dua koridor tersebut ditunda beroperasi. Seperti diberitakan antaranews.com bahwa koridor IX dan X akan beroperasi bulan Oktober 2010. Janji untuk mengoperasikan secepatnya di bulan awal 2010 tidak jadi dilaksanakan, walaupun Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengaku telah memerintahkan BLU Transjakarta untuk segera mengoperasikan kedua koridor tersebut.
Sungguh disayangkan dengan penundaan ini karena masyarakat telah lama menunggu. Dengan penundaan ini, jalanan yang rusak akan semakin parah karena dilalui kendaraan lain termasuk truk-truk besar, dan selter busway juga banyak yang kotor dan rusak. Biaya perawatan akan sia-sia karena fasilitas-fasilitas tersebut hanya teronggok saja seperti tidak terurus. Disamping itu separator busway juga membahayakan kendaraan lain terutama kendaraan bermotor, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di perempatan Slipi sebuah motor menabrak pembatas tersebut yang kurang jelas tandanya dan status fungsinya sampai tersungkur.
Sebenarnya jika koridor-koridor busway beroperasi semua ditunjang dengan pelayanan yang professional, bukan tidak mungkin masyarakat akan beralih menggunakan sarana transportasi masal tersebut daripada mengendarai kendaraan sendiri, dan kemacetan Jakarta bisa dikurangi.
Ada solusi untuk pengadaan busway koridor IX dan X, yaitu misalnya dengan meminjam bus dari koridor lain, masing-masing koridor meminjamkan 5 bus sehingga total menjadi 40 bus. Dengan 40 bus, masing-masing 20 bus untuk koridor IX dan X paling tidak bisa bermanfaat sekaligus perkenalan koridor tersebut kepada masyarakat sampai seluruh bus tersedia di bulan Oktober 2010.
Dengan alasan klasik, karena tidak ada anggaran pengadaan bus dan masih dalam proses tender, maka dua koridor tersebut ditunda beroperasi. Seperti diberitakan antaranews.com bahwa koridor IX dan X akan beroperasi bulan Oktober 2010. Janji untuk mengoperasikan secepatnya di bulan awal 2010 tidak jadi dilaksanakan, walaupun Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengaku telah memerintahkan BLU Transjakarta untuk segera mengoperasikan kedua koridor tersebut.
Sungguh disayangkan dengan penundaan ini karena masyarakat telah lama menunggu. Dengan penundaan ini, jalanan yang rusak akan semakin parah karena dilalui kendaraan lain termasuk truk-truk besar, dan selter busway juga banyak yang kotor dan rusak. Biaya perawatan akan sia-sia karena fasilitas-fasilitas tersebut hanya teronggok saja seperti tidak terurus. Disamping itu separator busway juga membahayakan kendaraan lain terutama kendaraan bermotor, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di perempatan Slipi sebuah motor menabrak pembatas tersebut yang kurang jelas tandanya dan status fungsinya sampai tersungkur.
Sebenarnya jika koridor-koridor busway beroperasi semua ditunjang dengan pelayanan yang professional, bukan tidak mungkin masyarakat akan beralih menggunakan sarana transportasi masal tersebut daripada mengendarai kendaraan sendiri, dan kemacetan Jakarta bisa dikurangi.
Ada solusi untuk pengadaan busway koridor IX dan X, yaitu misalnya dengan meminjam bus dari koridor lain, masing-masing koridor meminjamkan 5 bus sehingga total menjadi 40 bus. Dengan 40 bus, masing-masing 20 bus untuk koridor IX dan X paling tidak bisa bermanfaat sekaligus perkenalan koridor tersebut kepada masyarakat sampai seluruh bus tersedia di bulan Oktober 2010.

5 comments:
pertamax nih, ya pemerintah hrs konsekwen dg fasilitas busway yg dibutuhkan masyarakat ini, utk sgera operasikannya. thanks kawan
saya sih gimana yang terbaiknya aja, soalnya gak tahu harus berbuat apa !!
Pembatas busway di slipi dibuat cuma buat cari obyekan polkis aja, contohnya dari slipi arah tomang, yg dari masuk jalur busway tapi tidak naik menuju ke jalan layang, melainkan lurus menuju traffic light pasti langsung ketangkap.
disamping itu ga tahu itu sengaja di tunda sama pemerintah atau karena dananya masih dialokasikan ke yang lain, padahal dengan adanya jalan itu sudah bikin jalan tambah macet, belum lagi yg kecelakaan terkena pembatas busway tersebut.
wah msti da th busway di stiap tmpt...
mesti ada th busway...
Post a Comment